Persiapan dan Penempatan Personel Sat Brimob Polda Lampung
nuansaberita.com – Pengamanan laga kompetisi BRI Super League 2025/2026 yang digelar di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, resmi menjadi tanggung‑jawab salah satu satuan terdepan yakni Sat Brimob Polda Lampung.
Kegiatan pengamanan tersebut menyertakan personel gabungan dari berbagai satuan fungsi di Polda Lampung dan juga jajaran Brimob. Dalam rilis resmi disebutkan bahwa hadirnya Sat Brimob bukan hanya untuk “mengamankan,” tapi juga “memberikan rasa nyaman kepada masyarakat dan suporter yang hadir.”
Dansat Brimob Polda Lampung, Kombes Pol. Yustanto Mujiharso, menyampaikan bahwa tugas pengamanan mencakup seluruh jalannya pertandingan — mulai dari akses masuk penonton, pengaturan jalur kendaraan, hingga titik‑strategis pengamanan di dalam dan sekitar stadion.
Penempatan personel dilakukan secara strategis. Sebagai contoh, Ipda Nondang Sinabang selaku perwira pengendali di lapangan menyatakan bahwa “personel sudah ditempatkan di berbagai titik rawan sesuai rencana pengamanan” untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Langkah ini memperlihatkan bahwa pengamanan pertandingan besar tidak hanya soal jumlah personel, tapi tentang koordinasi, antisipasi dan pendekatan yang sistemik — dari titik masuk stadion, jalur kendaraan, hingga manajemen kerumunan.

Strategi Pengamanan di Sekitar Stadion Sumpah Pemuda
Stadion Sumpah Pemuda yang menjadi lokasi pertandingan memiliki kapasitas besar dan potensi kerumunan yang signifikan — kondisi ini tentunya menuntut strategi pengamanan yang matang.
Sat Brimob bersama petugas lainnya melakukan survei titik rawan lalu lintas dan kerumunan sebelum laga dimulai. Dari laporan media, mereka juga memimpin apel pasukan, menentukan lintasan kendaraan, dan menyiapkan jalur keluar‑masuk yang aman.
Selain itu, pihak keamanan menetapkan rute khusus kendaraan penonton, mengatur jalur parkir, dan melakukan sterilisasi area stadion. Pendekatan ini bukan sekadar fisik pengamanan tapi juga logistic dan pelayanan — agar suporter dapat hadir dengan aman, lancar, dan tertib.
Langkah proaktif seperti ini penting agar pertandingan bisa berjalan tanpa insiden besar — baik dari aspek keamanan, lalu lintas, maupun kenyamanan penonton.
Tantangan Khusus yang Dihadapi dalam Pengamanan Laga
Meski persiapan matang, pengamanan pertandingan sepak bola skala besar tetap menghadapi tantangan yang tidak ringan. Pertama, kerumunan penonton yang bisa melebihi prediksi — menyebabkan potensi kemacetan, antrean panjang, dan titik rawan keamanan di sekitar stadion.
Kedua, manajemen akses — penonton masuk, barang bawaan diperiksa, jalur ke stadion bisa ramai. Jika prosedur pemeriksaan lambat, maka bisa timbul ketidaknyamanan yang justru meningkatkan risiko keamanan.
Ketiga, pengaturan kendaraan dan parkir — kendaraan yang masuk dan keluar stadion harus diatur rapi agar tidak mengganggu warga sekitar atau kawasan lalu lintas umum. Pengaturan ini menjadi bagian penting dari rencana pengamanan.
Keempat, potensi kerusakan atau insiden di dalam stadion — misalnya benturan antar suporter, keluar dari jalur yang semestinya, atau aktivitas ilegal. Sat Brimob perlu siap menghadapi situasi darurat.
Dengan semua tantangan tersebut, keberhasilan pengamanan tidak hanya diukur dari jumlah personel, tapi juga efektivitas koordinasi, kesiapan prosedur, dan komunikasi yang baik dengan publik.
Implikasi Pengamanan Terhadap Suporter dan Masyarakat Sekitar
Pengamanan yang baik membawa dampak positif signifikan — suporter bisa menikmati pertandingan dengan tenang, masyarakat sekitar tidak terganggu aktivitasnya, dan reputasi kota sebagai tuan rumah acara olahraga besar juga terjaga.
Dengan Sat Brimob Polda Lampung dan jajaran memegang peran besar, masyarakat di Bandar Lampung memperoleh jaminan bahwa event besar seperti BRI Super League dapat berjalan tertib dan aman.
Di sisi lain, pengamanan yang terlihat profesional juga mengangkat citra keamanan local dan menumbuhkan kepercayaan publik terhadap aparat. Ini penting untuk keberlangsungan event‑event besar selanjutnya.
Bagi penyelenggara dan pihak stadion, sinergi dengan Sat Brimob dan aparat keamanan non‑militer menjadi kunci agar gelaran ke depan bisa lebih baik, lebih aman, dan lebih tertib.
Pengamanan kompetisi BRI Super League 2025/2026 oleh Sat Brimob Polda Lampung di Stadion Sumpah Pemuda menunjukkan bahwa keamanan event olahraga besar adalah kerja kolektif dan terencana — bukan hanya soal “ada petugas banyak”. Dalam konteks ini, hadirnya personel Brimob menjadi simbol kesiapan dan komitmen bahwa pertandingan harus berjalan aman dan nyaman bagi semua pihak.
Ke depan, baik aparat, penyelenggara, suporter, maupun masyarakat harus terus menjaga sinergi yang sudah dibangun — agar event‑event olahraga besar di Lampung menjadi contoh terbaik pengelolaan pertandingan di Indonesia.
Langkah ke Depan
-
Polda Lampung dan Sat Brimob perlu melakukan evaluasi pasca‑pertandingan: apa yang berjalan lancar, apa yang masih menjadi titik rawan, agar pola pengamanan ke depan bisa diperkuat.
-
Penyelenggara stadion dan klub perlu memperkuat prosedur pemeriksaan penonton, jalur akses, dan fasilitas pendukung agar keamanan dan kenyamanan meningkat.
-
Masyarakat dan suporter juga punya peran: datang lebih awal, mengikuti aturan stadion, dan berperilaku tertib sehingga pengamanan menjadi efektif dan suasana pertandingan tetap kondusif.