Saling Balas! Roy Suryo, Rismon, & Relawan Jokowi Soal Polemik Ijazah hingga Desakan ke Polda Metro

Saling Balas Pernyataan, Polemik Ijazah Jokowi Makin Panas

nuansaberita.com – Drama politik kembali memanas setelah Roy Suryo, Rismon, dan sejumlah relawan Jokowi saling melontarkan pernyataan keras terkait polemik ijazah Presiden Jokowi yang belum juga mereda. Isu lama ini kembali mencuat setelah laporan ke Polda Metro Jaya soal dugaan pemalsuan dokumen akademik kembali disorot publik.

Ketegangan makin terasa karena masing-masing pihak tidak hanya berdebat di media, tapi juga melibatkan jalur hukum. Roy Suryo, yang dikenal vokal di media sosial, menuding ada pihak yang mencoba memutarbalikkan fakta. Sementara itu, Rismon sebagai pelapor merasa langkahnya sudah sesuai prosedur hukum. Relawan Jokowi pun balik menyerang, menuduh bahwa isu ini sengaja dihembuskan untuk mendiskreditkan nama baik mantan presiden.

Situasi ini akhirnya menyeret perhatian publik luas, terutama setelah beberapa tokoh senior ikut memberikan komentar. Netizen juga ramai membahas topik ini, menjadikannya trending di media sosial dan Google Trends Indonesia.

Roy Suryo Tuding Ada Upaya Politisasi Kasus

Eks Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo menegaskan bahwa dirinya tidak sedang membela pihak manapun. Ia mengaku hanya ingin meluruskan pemberitaan yang dianggap tidak seimbang. Menurutnya, kasus dugaan ijazah palsu Jokowi tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik nasional.

“Kalau bicara hukum, ya serahkan ke kepolisian. Tapi jangan sampai ini dipelintir jadi alat politik menjelang kontestasi berikutnya,” ujar Roy Suryo dalam wawancara terbaru di salah satu stasiun televisi.

Roy juga menyoroti sikap pelapor, Rismon, yang menurutnya terlalu terburu-buru membawa isu ini ke ranah hukum tanpa dasar bukti kuat. Ia bahkan menilai, langkah tersebut justru membuka ruang bagi pihak-pihak yang ingin mencari panggung politik.

Tak hanya berhenti di situ, Roy menyebut bahwa beberapa pihak tampak “menunggangi” isu ini untuk menggiring opini publik. Ia menegaskan pentingnya literasi hukum dan kehati-hatian dalam menyebarkan tuduhan di ruang digital, karena bisa berimbas pada reputasi dan hukum pidana.

Rismon Balik Serang, Tegaskan Laporan Berdasarkan Fakta

Menanggapi pernyataan Roy Suryo, Rismon tidak tinggal diam. Ia justru menegaskan bahwa laporan yang ia ajukan ke Polda Metro Jaya sudah berdasarkan fakta dan dokumen yang dikumpulkan selama beberapa bulan. Menurutnya, publik berhak tahu kebenaran tentang rekam jejak pendidikan tokoh nasional seperti Jokowi.

“Saya bukan cari sensasi. Ini murni laporan hukum, bukan politik. Kalau nanti terbukti tidak benar, ya kita terima. Tapi kalau terbukti ada yang janggal, harus ada penegakan hukum,” kata Rismon saat ditemui wartawan di kawasan Jakarta Selatan.

Rismon menambahkan bahwa dirinya kecewa dengan narasi yang menyebut pelapor hanya ingin mencari perhatian. Ia bahkan menantang pihak-pihak yang meragukan langkahnya untuk membuka data secara transparan di hadapan publik.

Pihak kepolisian sendiri sudah mengonfirmasi bahwa laporan tersebut sedang dalam tahap pemeriksaan administrasi. Polda Metro Jaya akan memverifikasi kelengkapan dokumen dan keterangan saksi sebelum naik ke tahap penyelidikan.

Relawan Jokowi Geram, Desak Polisi Bertindak Tegas

Sementara itu, Relawan Jokowi yang tergabung dalam beberapa organisasi seperti Projo dan Bara JP menyuarakan kemarahan atas laporan tersebut. Mereka menilai isu ini hanyalah bentuk serangan terhadap reputasi Jokowi setelah masa jabatannya berakhir.

“Kami minta Polda Metro bertindak tegas. Jangan biarkan orang seenaknya menyeret nama Jokowi dengan tuduhan yang tidak berdasar,” tegas salah satu perwakilan relawan di depan media.

Mereka juga menuduh Rismon dan pihak-pihak yang terlibat menyebarkan isu ini memiliki agenda politik tersembunyi. Relawan bahkan berencana menggelar aksi damai di depan Polda Metro Jaya sebagai bentuk dukungan moral kepada Jokowi.

Bagi mereka, isu ijazah ini sudah berkali-kali dibantah oleh pihak kampus dan tidak perlu diungkit kembali. Jokowi disebut sudah membuktikan integritasnya melalui kinerja dan prestasi selama dua periode menjabat.

Polemik Ijazah Jokowi, Isu Lama yang Tak Pernah Mati

Isu soal ijazah Jokowi sebenarnya bukan hal baru. Sejak 2019, topik ini berkali-kali muncul di ruang publik, terutama menjelang tahun politik. Beberapa pihak pernah mencoba menggugat keabsahan dokumen akademik Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), namun semuanya mentah di pengadilan.

UGM sendiri secara resmi telah menyatakan bahwa ijazah Presiden Jokowi asli dan valid. Pernyataan itu ditegaskan kembali oleh Humas UGM, yang menyebut bahwa Jokowi merupakan mahasiswa aktif pada era 1980-an dan lulus secara sah dari Fakultas Kehutanan.

Meski begitu, sebagian publik tampaknya belum puas dan terus mencari celah dengan alasan transparansi publik. Situasi inilah yang kembali dimanfaatkan sejumlah pihak untuk menggiring wacana lama ke permukaan.

Menurut sejumlah pengamat, isu seperti ini kerap digunakan untuk menguji persepsi publik terhadap figur politik, bukan semata-mata mencari kebenaran hukum.

Polda Metro Jaya Diminta Bertindak Netral

Dalam kondisi polemik seperti ini, banyak pihak menyoroti pentingnya netralitas aparat penegak hukum. Baik kubu pelapor maupun pihak pendukung Jokowi sama-sama meminta Polda Metro Jaya untuk bersikap profesional.

Menurut pakar hukum dari Universitas Indonesia, tindakan yang paling tepat adalah memastikan semua proses dilakukan secara objektif tanpa tekanan politik. “Polisi harus menjaga kredibilitas institusi. Kasus ini sensitif karena menyangkut mantan kepala negara,” ujarnya.

Polda Metro sendiri menegaskan tidak akan terburu-buru mengambil keputusan. Semua laporan, menurut mereka, akan diproses sesuai mekanisme hukum yang berlaku, termasuk pemeriksaan awal dan klarifikasi dari pihak terkait.

Reaksi Publik dan Dampak Politik

Isu ini dengan cepat menjadi trending di berbagai platform media sosial. Banyak warganet menilai bahwa polemik ini hanyalah pengalihan isu, sementara yang lain mendukung langkah hukum untuk memastikan transparansi.

Media sosial seperti X (Twitter) dan TikTok dipenuhi komentar pro-kontra. Sebagian netizen menyoroti gaya Roy Suryo yang dinilai “nyeleneh tapi informatif”, sementara yang lain mempertanyakan motif Rismon membawa kasus ini ke ranah hukum.

Secara politik, polemik ini juga disebut bisa berdampak pada partai-partai pendukung Jokowi. Beberapa analis memperkirakan isu ini bisa digunakan sebagai senjata oleh lawan politik untuk menguji solidaritas internal menjelang kontestasi politik berikutnya.

Isu Ijazah Jokowi Jadi Cermin Dinamika Politik Nasional

Ketegangan yang Tak Kunjung Reda

Polemik antara Roy Suryo, Rismon, dan relawan Jokowi menunjukkan bagaimana isu lama bisa kembali hidup di tengah suhu politik yang meningkat. Masing-masing pihak punya narasi sendiri: ada yang mengklaim menegakkan hukum, ada pula yang merasa harus membela kehormatan mantan presiden.

Namun satu hal yang pasti — isu ijazah Jokowi ini bukan sekadar soal dokumen, tapi soal persepsi publik, kekuatan politik, dan kepercayaan terhadap institusi hukum.

Polda Metro kini memegang kunci untuk menentukan arah perkembangan kasus ini. Jika proses hukum berjalan transparan dan objektif, publik mungkin akhirnya bisa menutup bab lama yang sudah terlalu sering dijadikan bahan bakar politik.