Jepang Punya PM Perempuan Pertama! Siapa Sanae Takaichi?

nuansaberita.com – Pada 21 Oktober 2025, Jepang mencatatkan sejarah baru dengan terpilihnya Sanae Takaichi sebagai Perdana Menteri perempuan pertama. Kemenangan ini tidak hanya menandai terobosan gender dalam politik Jepang, tetapi juga membawa perubahan signifikan dalam arah kebijakan negara.

🧭 Siapa Sanae Takaichi?

🔹 Latar Belakang Pribadi

Sanae Takaichi lahir pada 7 Maret 1961 di Prefektur Nara, Jepang. Ia merupakan lulusan Universitas Kobe dan memulai karier politiknya pada awal 1990-an sebagai anggota Partai Demokrat Liberal (LDP). Takaichi dikenal sebagai sosok yang gigih dan memiliki pandangan konservatif yang kuat.

🔹 Karier Politik

Selama lebih dari dua dekade, Takaichi menjabat di berbagai posisi penting, termasuk Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keamanan Ekonomi. Ia juga dikenal sebagai pendukung setia mantan Perdana Menteri Shinzo Abe dan sering kali mengunjungi Kuil Yasukuni, yang kontroversial di kalangan negara tetangga.

🔹 Kehidupan Pribadi

Takaichi menikah dengan sesama anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Taku Yamamoto, pada tahun 2004. Mereka bercerai pada tahun 2017 karena perbedaan pandangan politik dan aspirasi pribadi, namun menikah kembali pada tahun 2021. Ia juga dikenal sebagai penggemar musik heavy metal dan olahraga, serta aktif dalam kegiatan sosial.

🏛️ Perjalanan Menuju Kursi Perdana Menteri

🔹 Pemilihan Ketua LDP

Pada awal Oktober 2025, Takaichi terpilih sebagai Presiden LDP, menjadikannya wanita pertama yang memimpin partai tersebut. Kemenangan ini diperoleh setelah ia berhasil mendapatkan dukungan dari anggota parlemen LDP, meskipun sebelumnya sempat terjadi ketegangan internal.

🔹 Pembentukan Koalisi

Setelah pemilihan, Takaichi membentuk koalisi dengan Partai Inovasi Jepang (Nippon Ishin), mengamankan 231 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat. Koalisi ini memungkinkan Takaichi untuk mengalahkan kandidat oposisi, Yoshikoko Noda, dengan perolehan 237 suara dari total 465.

🔹 Pelantikan

Pada 21 Oktober 2025, Takaichi resmi dilantik sebagai Perdana Menteri Jepang yang ke-104. Pelantikan ini menandai tonggak sejarah dalam politik Jepang dan menjadi simbol perubahan dalam kepemimpinan negara.

📊 Kebijakan Utama Takaichi

🔹 Ekonomi dan Keamanan

Takaichi berkomitmen untuk melanjutkan kebijakan ekonomi “Abenomics” dengan fokus pada peningkatan pengeluaran publik dan pengaruh bank sentral. Ia juga berencana untuk meningkatkan anggaran pertahanan dan memperkuat posisi Jepang dalam geopolitik regional.

🔹 Sosial dan Gender

Meskipun terpilih sebagai PM perempuan pertama, Takaichi memiliki pandangan konservatif terkait isu gender. Ia menentang pernikahan sesama jenis dan penggunaan nama keluarga ganda untuk pasangan menikah. Hal ini menimbulkan kritik dari kelompok-kelompok feminis dan aktivis hak asasi manusia.

🔹 Hubungan Internasional

Takaichi dikenal sebagai sosok nasionalis yang mendukung hubungan erat dengan Taiwan dan revisi konstitusi untuk memperkuat peran militer Jepang. Langkah-langkah ini berpotensi menambah ketegangan dengan negara-negara tetangga, terutama China.

🌐 Tantangan yang Dihadapi

🔹 Koalisi Rentan

Koalisi LDP-Ishin memiliki 231 kursi, namun masih kurang dari mayoritas mutlak di parlemen. Hal ini memaksa Takaichi untuk mencari dukungan dari partai-partai kecil untuk memastikan stabilitas pemerintahan.

🔹 Isu Sosial dan Gender

Pandangan konservatif Takaichi terkait isu gender mendapat sorotan tajam, terutama di tengah upaya global untuk meningkatkan kesetaraan gender. Kritik ini dapat mempengaruhi citra pemerintahannya di mata masyarakat domestik dan internasional.

🔹 Diplomasi dan Keamanan

Takaichi menghadapi tantangan dalam menjaga hubungan baik dengan negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan China, sembari memperkuat posisi Jepang di kawasan Asia-Pasifik. Kebijakan luar negeri yang tegas dapat mempengaruhi dinamika geopolitik di kawasan tersebut.

Terpilihnya Sanae Takaichi sebagai Perdana Menteri perempuan pertama Jepang merupakan langkah signifikan dalam sejarah politik negara tersebut. Namun, tantangan besar menanti dalam hal stabilitas politik, kebijakan sosial, dan diplomasi internasional. Kepemimpinan Takaichi akan diuji dalam menghadapi dinamika politik domestik dan tantangan global yang kompleks.