Projo Tegaskan Whoosh Bukan Investasi Sosial
nuansaberita.com – Belakangan ini, platform Whoosh ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warga yang mengira Whoosh sebagai investasi sosial yang aman dan legal. Namun, Projo menegaskan bahwa Whoosh bukanlah bentuk investasi sosial apapun.
Dalam pernyataannya, Projo mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah tergiur janji keuntungan instan. Menurut organisasi politik ini, klaim keuntungan besar dalam waktu singkat sering menjadi tanda investasi bodong atau ilegal.
Projo juga menekankan pentingnya edukasi finansial agar warga tidak terjebak skema yang menyesatkan. Warga diimbau untuk selalu mengecek legalitas platform melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelum menaruh dana.

Fenomena Whoosh di Tengah Masyarakat
Whoosh muncul sebagai aplikasi yang menjanjikan keuntungan cepat melalui model “investasi sosial”. Banyak warga, terutama generasi muda, tertarik karena iming-iming reward instan dan bonus referral.
Namun, sejumlah pakar keuangan menilai model ini mirip skema ponzi. Dana yang masuk dari investor baru digunakan untuk membayar keuntungan investor lama, bukan berasal dari aktivitas usaha yang jelas.
Kondisi ini membuat masyarakat rentan kehilangan dana tanpa ada jaminan. Projo menekankan bahwa fenomena ini bisa merusak kepercayaan publik terhadap investasi yang sah dan aman.
Projo Serukan Warga Tetap Waspada
Projo meminta pemerintah dan aparat terkait menindak tegas pihak yang menawarkan investasi ilegal. Selain itu, warga harus menahan diri dari aksi ikut-ikutan karena takut kehilangan peluang.
Pihak Projo juga mendorong sosialisasi intensif tentang ciri-ciri investasi bodong, termasuk janji keuntungan instan, tidak ada izin resmi, dan tekanan untuk merekrut anggota baru. Edukasi ini dianggap kunci agar warga dapat memisahkan platform legal dan ilegal.
Selain itu, Projo berencana meluncurkan program literasi finansial digital untuk masyarakat. Program ini akan membekali warga agar lebih kritis terhadap platform yang muncul di media sosial dan aplikasi daring.
Dampak Jika Warga Terjebak Whoosh
Kerugian Finansial dan Sosial
Jika warga tetap terjebak, kerugian finansial bisa sangat besar. Banyak laporan menyebut orang kehilangan ratusan juta rupiah setelah tergiur bonus referral atau janji keuntungan harian.
Tidak hanya materi, aspek sosial pun terpengaruh. Perselisihan antar keluarga atau teman sering muncul karena investasi ilegal. Projo menekankan bahwa menjaga kewaspadaan berarti juga melindungi hubungan sosial.
Pentingnya Literasi Finansial
Projo menekankan literasi finansial sebagai jalan utama. Warga diajak untuk menelaah platform investasi, mengecek izin resmi, dan memahami risiko yang ada. Dengan cara ini, masyarakat bisa memutus mata rantai penipuan finansial digital.
Selain itu, keterlibatan lembaga resmi seperti OJK dan Polri dalam memberikan informasi resmi juga menjadi kunci agar warga tidak mudah terjerumus.