nuansaberita.com – Pada tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Kementerian Agama (Kemenag) mencatatkan prestasi luar biasa dalam bidang pendidikan. Lebih dari 206.000 guru agama dan madrasah mengikuti program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam jabatan pada tahun 2025, sebuah lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 29.000 peserta. Program PPG ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan pendidik di Indonesia.

🧭 Latar Belakang Program PPG
🔹 Tujuan dan Sasaran
Program PPG diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik profesional. Dengan sertifikasi profesi, guru berhak mendapatkan tunjangan profesi yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Kemenag menargetkan untuk menyelesaikan sertifikasi bagi 625.481 guru agama dan madrasah dalam dua tahun mendatang, dengan rincian 269.168 guru pada 2025 dan 356.313 guru pada 2026.
🔹 Metode Pelaksanaan
PPG dilaksanakan melalui kerja sama dengan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) sebagai mitra Kemenag. Program ini dirancang dengan pendekatan yang efisien dan terstruktur, sehingga dapat diikuti oleh guru yang sudah aktif mengajar. Peserta PPG tidak hanya berasal dari guru madrasah, tetapi juga dari guru pendidikan agama di sekolah umum.
📊 Capaian PPG 2025
🔹 Lonjakan Peserta
Pada tahun 2025, jumlah peserta PPG mencapai 206.325 orang, meningkat hingga 700 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sekitar 29.000 peserta. Lonjakan ini menunjukkan antusiasme tinggi dari guru agama dan madrasah untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme mereka.
🔹 Distribusi Peserta
Peserta PPG berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mencakup guru agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu. Hal ini mencerminkan keberagaman dalam sistem pendidikan agama di Indonesia dan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama secara menyeluruh.
🔹 Dampak Positif
Dengan mengikuti PPG, guru berhak mendapatkan tunjangan profesi yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka. Selain itu, peningkatan kompetensi guru diharapkan dapat berdampak positif pada kualitas pendidikan agama di madrasah dan sekolah umum, serta membentuk generasi bangsa yang berkarakter dan berakhlak mulia.
🏛️ Dukungan Pemerintah
🔹 Komitmen Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan pendidik, termasuk bagi guru dan dosen lembaga pendidikan agama dan keagamaan. Dalam setahun pemerintahan, berbagai kebijakan telah diimplementasikan untuk mendukung profesionalisme guru, seperti peningkatan tunjangan profesi dan percepatan sertifikasi guru.
🔹 Peran Menteri Agama
Menteri Agama Nasaruddin Umar juga aktif dalam mendorong pelaksanaan PPG, dengan memastikan bahwa program ini berjalan dengan lancar dan tepat sasaran. Beliau mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari akselerasi peningkatan kesejahteraan, karena guru dan dosen yang lulus PPG dapat menerima tunjangan profesi di tahun mendatang.
🌐 Tantangan dan Harapan
🔹 Tantangan
Meskipun capaian tahun 2025 sangat menggembirakan, masih terdapat tantangan dalam menyelesaikan sertifikasi bagi seluruh guru agama dan madrasah. Hingga Januari 2025, terdapat sekitar 556.000 guru yang belum mengikuti PPG. Oleh karena itu, Kemenag berencana untuk mengikutsertakan mereka dalam program PPG berikutnya pada tahun 2025 dan 2026.
Dengan adanya program PPG, diharapkan kualitas pendidikan agama di Indonesia dapat meningkat, sehingga mencetak generasi bangsa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berakhlak mulia. Selain itu, peningkatan kesejahteraan guru melalui tunjangan profesi diharapkan dapat memotivasi mereka untuk terus meningkatkan kualitas pengajaran dan dedikasi dalam mendidik.
Dalam setahun pemerintahan Prabowo-Gibran, program Pendidikan Profesi Guru (PPG) telah menunjukkan hasil yang signifikan dengan meningkatnya jumlah peserta secara drastis. Hal ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama dan kesejahteraan pendidik di Indonesia. Meskipun masih terdapat tantangan dalam menyelesaikan sertifikasi bagi seluruh guru, langkah-langkah strategis telah diambil untuk memastikan bahwa program ini dapat diikuti oleh semua guru agama dan madrasah di tanah air.