Tumben, Biden Puji-puji Trump Atas Gencatan Senjata Gaza

Tumben, Biden Puji-puji Trump Atas Gencatan Senjata Gaza

nuansaberita.com – Pada 14 Oktober 2025, mantan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, memberikan pujian langka kepada Presiden Donald Trump atas keberhasilannya dalam mencapai kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza. Biden menyatakan melalui platform media sosial X (sebelumnya Twitter), “Saya memberikan penghargaan kepada Presiden Trump dan timnya atas upaya mereka dalam mencapai kesepakatan gencatan senjata yang diperbarui.” Ia juga menambahkan bahwa “jalan menuju kesepakatan ini tidak mudah,” mengakui tantangan yang dihadapi dalam proses negosiasi tersebut.

Pujian ini cukup mengejutkan mengingat hubungan politik antara Biden dan Trump yang sering kali tegang. Namun, situasi ini menunjukkan bahwa dalam isu-isu besar seperti perdamaian internasional, solidaritas bipartisan dapat terwujud demi kepentingan bersama.

Latar Belakang Gencatan Senjata Gaza

Konflik di Gaza telah berlangsung sejak 7 Oktober 2023, ketika serangan besar-besaran oleh kelompok Hamas menyebabkan eskalasi kekerasan antara Israel dan Palestina. Setelah lebih dari dua tahun pertempuran, pada 10 Oktober 2025, Israel dan Hamas sepakat untuk menghentikan permusuhan. Kesepakatan ini mencakup pembebasan 20 sandera Israel yang masih hidup dan hampir 2.000 tahanan Palestina, serta pengembalian jenazah empat sandera Israel yang telah meninggal. Namun, proses pemulihan jenazah lainnya menghadapi tantangan besar karena kerusakan parah di Gaza.

Kesepakatan ini juga diikuti dengan penandatanganan deklarasi perdamaian di KTT Gaza 2025 yang diadakan di Sharm el-Sheikh, Mesir, pada 13 Oktober 2025. KTT ini dipimpin oleh Presiden Trump dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, dengan dihadiri oleh perwakilan dari sekitar 30 negara. Meski Israel dan Hamas tidak hadir secara langsung, deklarasi tersebut menandai langkah penting menuju perdamaian jangka panjang di kawasan tersebut.

Reaksi Dunia Internasional

Pujian Biden terhadap Trump tidak hanya datang dari dalam negeri. Mantan Presiden Bill Clinton juga menyampaikan apresiasi serupa, memuji upaya Trump, pemerintah Qatar, dan aktor regional lainnya yang terus terlibat hingga kesepakatan tercapai. Clinton menekankan pentingnya diplomasi berkelanjutan dalam mencapai perdamaian yang langgeng.

Namun, tidak semua pihak memberikan sambutan positif. Iran mengkritik pendekatan Amerika Serikat dalam proses perdamaian ini, menyebutnya sebagai tindakan hipokrit mengingat sejarah intervensi militer AS di kawasan tersebut. Meskipun demikian, mayoritas pemimpin dunia menyambut baik langkah ini sebagai peluang untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lama.

Tantangan dan Prospek Ke Depan

Meskipun kesepakatan gencatan senjata ini dianggap sebagai pencapaian diplomatik, tantangan besar masih menghadang. Isu-isu seperti demiliterisasi Hamas, pembentukan pemerintahan transisi di Gaza, dan rekonstruksi wilayah yang hancur memerlukan perhatian serius dari komunitas internasional. Proses implementasi kesepakatan ini diperkirakan akan memakan waktu dan memerlukan komitmen kuat dari semua pihak terkait.

Penting untuk dicatat bahwa meskipun gencatan senjata telah disepakati, ketegangan di lapangan masih tinggi. Insiden-insiden sporadis dan pernyataan dari kelompok-kelompok tertentu menunjukkan bahwa perdamaian sejati masih harus diperjuangkan. Oleh karena itu, peran aktif diplomasi internasional dan pengawasan multilateralisme sangat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan perdamaian di Gaza.

Langkah Positif Menuju Perdamaian

Pujian yang diberikan oleh Joe Biden kepada Donald Trump atas keberhasilan dalam mencapai gencatan senjata Gaza menunjukkan bahwa dalam isu-isu besar seperti perdamaian internasional, perbedaan politik domestik dapat disampingkan demi kepentingan bersama. Meskipun tantangan masih banyak, langkah ini memberikan harapan baru bagi rakyat Gaza dan kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.

Kita semua berharap bahwa kesepakatan ini bukan hanya sekadar penghentian sementara permusuhan, tetapi juga awal dari proses panjang menuju perdamaian yang adil dan lestari di kawasan tersebut.